Belajar Desain Grafis Langkah Demi Langkah

Banyak dari kita, ketika di sekolah menengah membuat banyak coretan di buku catatan. Huruf-huruf gelembung dan stik yang digambar dengan tangan menghiasi buku tulis sekolah dan pekerjaan rumah.

Mungkin sebagian besar dari kita melakukannya karena kita tahu bahwa kita tidak pandai menggambar di atas kertas. Ketika kita berada di sekolah menengah, kita belum memiliki banyak opsi untuk menggambar ide-ide. Tetapi sekarang, komputer dapat membantu kita menghidupkannya dan itu menjadi pekerjaan bagi banyak orang.

Pekerjaan desain grafis bahkan bisa didapatkan dan dimanfaatkan tanpa pendidikan formal. Dengan belajar software dan membaca buku-buku desain dapat membantu dan mempelajari dasar-dasar. Lalu mengembangkan gaya desain pribadi ke tampilan yang bagus.

Di bawah ini adalah langkah demi langkah untuk belajar desain grafis.

1. Pelajari teori desain grafis

Pelajari unsur-unsur desain dan prinsip-prinsip desain tentang penerapan warna dan tipografi. Jika Kamu bisamenemukan kelas untuk belajar dasar-dasar desain grafis di kota Kamu, maka bisa mengambilnya.

Jika mengambil kursus, Kamu bisa mengembangkan desain grafis dengan lengkap. Mungkin Kamu akan menyelesaikan serangkaian proyek desain yang ditinjau mentor, seorang desainer grafis profesional. Mentor akan memberikan umpan balik satu lawan satu yang dimaksudkan untuk membantu Kamu menjadi seorang desainer. Dengan bimbingan mereka, Kamu akan belajar apa yang diperlukan untuk berhasil sebagai desainer grafis. Setelah lulus, Kamu akan siap untuk mulai bekerja sebagai desainer grafis tingkat pemula.

Salah satu fakta penting dalam desain adalah bahwa setiap layout, tipografi, infografis, dan ikon adalah produk dari seseorang yang menguasai cara menggabungkan unsur-unsur desain. Pada dasarnya desain ini dibangun dari bentuk sederhana.

Teori Desain Grafis
Credit: Freepik/Mari Helin

2. Pelajari cara menggunakan software

Setelah memahami teori desain, dapat memulai dengan belajar software desain grafis. Misalnya adalah Photoshop dan Illustrator.

Desainer grafis harus belajar banyak keterampilan untuk dapat bersaing. Mereka bisa bekerja di perusahaan periklanan, percetakan, pemasaran, multimedia, ataupun media lain yang masing-masing membutuhkan keahlian khusus. Tetapi semua menggunakan software komputer sampai tingkat tertentu.

Ada banyak buku di toko dan video di youtube untuk mempelajari software. Lalu dapat memilih gaya belajar yang paling sesuai. Ada ratusan atau bahkan ribuan tutorial yang tersedia. Dengan begitu, Kamu dapat dengan meluangkan waktu beberapa jam setiap hari untuk mempraktikkan beberapa tutorial.

Software untuk Desain Grafis
Credit: Freepik

3. Pelajari beberapa spesialisasi

Apakah Kamu ingin merancang desain cetakan? situs web? infografis? Dapat dicoba semuanya, lalu bisa memilih mana yang paling Kamu sukai.

Teori desain bisa didapatkan dari buku dan blog desain grafis. Sedangkan langkah demi langkah desain lebih mudah diperoleh dengan menonton tutorial YouTube. Kuncinya adalah melakukan pencarian yang tepat, dengan begitu dapat menemukan tutorial yang relevan.

Spesialisasi Desain Grafis
Credit: Unsplash/Mimi Thian

4. Buat portofolio Kamu

Kamu tidak perlu kuliah di sekolah desain mewah untuk mendapatkan pekerjaan desain grafis. Tetapi yang dibutuhkan adalah portofolio yang solid.

Lalu bagaimana bisa membangun portofolio jika baru memulai desain untuk pertama kalinya? Berita baiknya adalah Kamu bisa membuat portofolio tanpa harus terlibat proyek nyata dengan perusahaan. Dapat dengan membuat proyek desain sendiri atau proyek sampingan. Misalnya desain kaos, mengembangkan layout web, dan menawarkan desain ke teman.

Portofolio yang bagus dapat dibuat dengan mengamati, lalu menirunya. Jika tidak memiliki inspirasi, tidak perlu ragu untuk mencari referensi. Jika tidak memiliki ide, tidak perlu ragu pinjam ide orang lain pada awalnya. Tidak perlu khawatir untuk yang original akan datang dengan sendirinya, setelah nyaman dengan karya Kamu.

Sama seperti ketika seseorang belajar alat musik, mereka memainkan lagu orang lain sebelum membuat lagu dia sendiri. Bisa berlaku juga untuk desain grafis.

Portofolio Desan Grafis
Credit: Shutterstock

5. Dapatkan pekerjaan sebagai desainer

Setelah membuat portofolio, pergi keluar dan beri tahu semua orang yang Kamu tahu bahwa Kamu mencari pekerjaan sebagai desainer. Kamu tidak pernah tahu siapa yang mungkin kenal seseorang. Atau cari di situs web lowongan kerja seperti di Jobstreet. Lalu apply lamaran dan portofolio yang menarik bagi perusahaan. Lalu pertahankan keahlian Kamu dan selalu terus belajar desain grafis.

Lamaran Kerja
Credit: Freepik/Ijeab

6. Mengumpulkan karya inspirasional

Guna mempermudah mendapatkan inspirasi untuk desain, maka dapat dengan membuat katalog karya yang sederhana. Misalnya dengan Papan Pinterest atau menyimpan di folder komputer Kamu. Dapat juga dengan membuat daftar fotografi, tipografi, dan layout untuk membantu mengidentifikasi desain masa lalu dan masa kini. Dengan begiru, maka dapat membantu mengenali pola dalam karya orang lain dan memahami berbagai gaya desain.

Referensi juga bisa didapatkan dari situs desainer terkemuka seperti Freepik. Mereka menyimpan banyak karya desain berkualitas tinggi dari banyak desainer. Bahkan mereka menyediakan template desain gratis yang bisa dikreasikan.

Karya Desain Grafis
Credit: Freepik/Shubham-design

7. Jangan takut untuk mendapatkan umpan balik

Pada tingkat tertentu, semua orang takut akan kritik. Takut ide akan jatuh dan dikirim kembali ke titik awal. Belajar menerima kritik bukanlah tugas yang mudah, tetapi bisa menjadi kunci untuk menjadi mengembangkan desain.

Kritik desain memungkinkan kita untuk memasukkan sudut pandang orang lain ke dalam pekerjaan. Tentu Kamu selalu memiliki opsi untuk menolak kritik, tetapi mempertimbangkannya adalah penting. Karena desain bersifat subjektif dan hanya karena orang lain memiliki pendapat yang berbeda tidak berarti Kamu salah.

Desainer juga harus mempelajari undang-undang tentang merek dagang, hak cipta, dan hal-hal terkait media lainnya. Di situasi apapun desainer tidak boleh melanggar hak cipta karya siapapun. Jangan pernah mengklaim karya orang lain atau mencoba untuk menganggapnya sebagai karya Kamu. Desainer harus menjadi kreatif dengan metode yang dipilih untuk menciptakan kembali desain atau dapat menduplikasi desain dengan tepat.

Kita semua tahu betapa sulitnya mengerjakan sesuatu yang tidak diinginkan, tentu itu menyebalkan. Memilih proyek yang tidak disukai kemungkinan akan menimbulkan frustrasi, karena mungkin akan merasa enggan mencurahkan waktu dan upaya untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun perlu diketahui bahwa, pada titik tertentu desainer bisa mendapati situasi yang mengharuskan merancang sesuatu yang kurang menyenangkan.

Umpan Balik
Credit: Freepik