Jenis-Jenis Gerabah serta Fungsinya

Gerabah merupakan benda-benda yang dibuat dari tanah liat, yang mana pada proses pembuatannya dibentuk lalu dibakar. Benda-benda ini biasanya dibuat oleh perajin gerabah, yang paling dasar adalah langsung dibentuk menggunakan tangan untuk menghasilkan berbagai jenis gerabah.

Berbagai jenis gerabah bisa dijadikan untuk alat yang berguna secara fungsional, lalu beberapa lainnya bisa digunakan untuk hiasan. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya serta fungsinya.

1. Kendi

Kendi merupakan wadah air minum yang dibuat dari tanah liat. Jenis gerabah ini dikenal di berbagai negara dan berkembang di Indonesia, Mesir, Tiongkok, Jepang, dan Thailand. Pada umumnya nama kendi dikenal di seluruh Asia Tenggara. Secara etimologi, kata kendi berasal dari bahasa Sansekerta yaitu kundika, yang berarti wadah air minum.

Fungsi utama kendi adalah digunakan untuk wadah penyimpanan air minum biar tetap dingin sepanjang hari. Namun kendi juga memiliki fungsi lain, yaitu dipakai ketika upacara pada acara-acara tertentu, misalnya pada acara pernikahan, acara yang sakral, acara penobatan, dll.

Sampai sekarang ini kendi masih bisa dijumpai di Indonesia. Di Indonesia memiliki nama yang beragam. Misalnya di Sumatera Barat biasa disebut sebagai labu tanah. Di Jawa disebut sebagai gogok/glogok, yang mana berasal dari bunyi ketika air dituangkan. Di Batak disebut sebagai kandi, di Bali disebut sebagai kundi atau caratan. Lalu di Sulawesi Selatan disebut sebagai busu.

2. Guci

Guci merupakan salah satu jenis gerabah yang biasa digunakan untuk hiasan di rumah. Pada umumnya benda ini diletakkan di sudut ruang tamu sebagai wadah bunga. Guci yang dibuat dari tanah liat ini bisa dibentuk dengan tampilan yang estetik. Oleh karena itu, banyak juga yang menjadikannya sebagai benda koleksi.

3. Tempayan

Tempayan merupakan wadah air yang besar yang dibuat dari tanah liat. Wadah ini bisa juga dipakai untuk menyimpan beras, membuat pekasam ikan, dll.

4. Anglo

Anglo merupakan tungku yang fungsinya seperti kompor. Anglo ini dibuat dari tanah liat terakota. Namun berbeda dengan kompor, benda ini tidak menggunakan ruang pemanas tertutup, namun dengan ruang pemanas terbuka. Lalu dengan menggunakan bahan bakar padat, misalnya arang dan batu bara.

Cara penggunaan alat ini menyerupai dengan tungku. Namun yang membedakannya adalah di bagian bawah anglo memiliki ruang untuk menampung residu dari bahan bakar padat tersebut. Lalu di bagian atas bisa digunakan untuk meletakkan wadah masak, yaitu dandang, panci, dll.

5. Celengan

Celengan merupakan benda yang digunakan untuk menabung. Biasanya benda ini digunakan oleh anak-anak, yang mana ditujukan untuk mengajarkan kepada mereka untuk menabung. Jenis gerabah ini bisa digunakan untuk menyimpan uang dengan mudah, namun untuk mengambilnya biasanya celengan harus dipecah.

Secara etimologi, kata celengan berasal dari nama hewan yaitu babi celeng. Karena bentuknya yang menyerupai babi celeng. Namun dengan perkembangannya, bentuk benda ini menjadi sangat beragam dan tidak terbatas pada bentuk hewan saja.

6. Pot

Pot merupakan tempat yang bisa digunakan untuk menanam pohon. Biasanya untuk tanaman bunga, yang mana bisa digunakan untuk hiasan di halaman rumah. Benda ini dapat dibuat dari berbagai bahan, salah satunya adalah tanah liat.

7. Cobek dan ulekan

Cobek dan ulekan merupakan sepasang alat yang bisa digunakan untuk menumbuk, menggiling, dan mengulek bahan-bahan tertentu. Misalnya bumbu dapur dan obat-obatan. Alat ini harus dibuat dari bahan yang keras biar kuat. Beberapa di antaranya adalah kayu, batu, dan bisa juga dari tanah liat.

Di Indonesia cobek dan ulekan biasanya digunakan untuk membuat masakan khusus. Misalnya untuk sambal ulek, untuk menghaluskan dan mencampur bumbu gado-gado, menyajikan ayam penyet, dll.