Unsur-Unsur Pendukung Pementasan Teater

Pada pementasan teater memiliki unsur-unsur pokok dan pendukung. Unsur-unsur pokok meliputi naskah, sutradara, pemeran, properti, dan penataan. Lalu penataan tersebut dibagi menjadi empat yang merupakan unsur-unsur pendukung, antara lain adalah sebagai berikut.

Unsur-unsur pendukung teater

1. Tata rias, ditujukan untuk merias pemeran teater biar penampilannya lebih sempurna.
2. Tata busana, ditujukan untuk menentukan pakaian pemeran biar mendukung penampilan yang ingin dihendaki.
3. Tata cahaya, ditujukan untuk mengatur pencahayaan di panggung teater.
4. Tata suara, ditujukan untuk memutar dan mengatur suara.

Penjelasan

1. Tata rias

Tata rias merupakan seni untuk mengubah penampilan wajah menjadi lebih sempurna. Pada pementasan teater, tata rias memiliki tujuan yang lebih spesifik, yaitu mengubah wajah untuk penegasan karakter yang dimainkan pemeran. Dengan unsur ini, bisa mendukung kejelasan karakter tokoh.

2. Tata busana

Tata busana merupakan seni untuk menata pakaian dan perlengkapan lain yang menyertai untuk menggambarkan tokoh yang sesuai dengan naskah. Perlengkapan tersebut misalnya aksesoris, seperti topi, kalung, sepatu, gelang, dan aksesoris lain yang bisa menjadi unsur pendukung teater. Lalu busana yang tepat juga bisa menambah daya tarik penonton untuk menyaksikan pementasan teater.

Penata rias dan penata busana harus bekerja sama untuk bisa menyesuaikan satu sama lain. Mereka harus dapat komunikasi dan menginterpretasikan riasan dan busana yang sesuai dengan naskah.

3. Tata cahaya

Tata cahaya juga merupakan unsur pendukung yang penting pada pementasan teater. Penata cahaya menerapkan dan mengembangkan penataan cahaya untuk keperluan artistik pementasan. Dengan begitu, bisa membantu menciptakan suasana yang ingin dikehendaki.

4. Tata suara

Tata suara diperlukan untuk memutar dan mengatur suara. Misalnya untuk memutar suara dan musik pengiring untuk membangun suasana sesuai yang ingin dikehendaki pada pementasan. Dengan pengiringan yang tepat bisa menghidupkan suasana pementasan teater.

Penutup

Teater juga melibatkan cabang seni lain, misalnya seni sastra, seni tari, seni musik, dan seni peran. Berbagai cabang seni tersebut bisa digabungkan untuk menyajikan karya seni teater.